Mar 21, 2012

CARA MERUQYAH ANAK YANG TERKENA GANGGUAN JIN

CARA MERUQYAH ANAK YANG TERKENA GANGGUAN JIN

Jika dimandikan dengan daun bidara atau diberi minum daun bidara belum sembuh atau tidak ada reaksi, maka kita mencoba meruqyahnya dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan do’a yang ma’tsur dari Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para ulama sunnah. Caranya :

  • Upayakan rumah tidak ada gambar yang bernyawa, anjing dan barang yang dianggap keramat, semisal keris, azimat, ayam atau burung yang dianggap bisa menangkal bala’, tidak menyalakan TV, tidak ada suara nyanyian, karena benda ini menghalangi malaikat rahmat masuk di rumah kita.
  • Bersucilah sebelum meruqyah. Bila perlu mandi dan sholatlah dua roka’at di rumah, memohon kepada Alloh agar dia disembuhkan penyakitnya, sebagaimana beliau menjalankan sholat dua roka’at pada saat berkunjung di rumah sahabatnya.
  • Bacakanlah di telinga anak yang menangis surat al-Fatihah, Ayat Kursi, dua ayat yang terakhir dari surat al-baqoroh, surat al-A’rof 117-122, Yunus 80-82, Thoha 65-69, al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. Mulailah dengan bacaan ta’awwudz setiap membaca ayat tadi. Atau membaca surat lainnya juga tidak mengapa, karena semua ayat al-Qur’an adalah syifa’ (obat). Insya Alloh jika penyebabnya diganggu jin, anak akan diam sebelum kita selesai membaca semua surat tersebut. Alhamdulillah pengobatan ini sering kami praktikkan dan hasilnya cukup memuaskan.
  • Jika mungkin memahami makna ayat yang dibaca itu lebih baik karena mengena sasarannya.
  • Hendaknya kita tidak menzholimi orang lain, baik dengan mengambil hartanya tanpa haq, atau dengan melontarkan perkataan atau perbuatan yang menyakitinya. Sebab terkadang orang yang dizholimi akan memendam dendam dan ingin membalas dengan cara yang halus. Dia pergi ke tukang sihir atau dukun, lalu dukun itu meminta bantuan jin dengan mengirim buhul-buhul kepada orang yang dituju. Atau bisa jadi dia berdoa, lalu doanya dikabulkan oleh Alloh Ta’ala.
  • Hendaknya orang yang meruqyah memiliki ilmu dien (agama) yang cukup, beramal sholih, menjauhi makan dari hasil yang haram karena hal itu bisa jadi menghalangi terkabulnya doa, sebagaimana diterangkan dalam hadits yang shohih.

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih, kerana memberi komen yang menarik. Minta Tulis nama anda.

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...